Dana | Am_Am | Arga

Laki-laki, 20 tahun

Malang, Indonesia

Terkadang pelajaran itu tidak didapat dari diri sendiri, namun dari pengalaman orang lain, sehingga kita dapat merenung pada diri sendiri untuk menjadi orang dewasa dan punya masa depan yang cerah seperti dirinya yang kita sayang.
::
Start
Ardboy Corporation
Shutdown

Navbar3

Search This Blog

Sunday, 29 June 2014

Never say ending

Untuk yang tersayang .....



Akhirnya setelah beberapa hari ku menulis, aku berhasil juga menumpahkan isi otak dan perasaanku. Aku tak tau menyebut ini sebuah cerpen atau novel, kalau cerpen kan mayoritas kisah nyata, tetapi kalau novel kan kisah fiktif belaka. Nah berhubung ini kisah nyata, ane nyebutnya cerpen. Walaupun panjang banget sih, hehe
OKee
Sebelum membaca disarankan untuk mendownload lagu ini untuk didengarkan sambil membacanya dan menyiapkan popcorn, tisu serta minuman hangat disampingmu, do it…

Kalau udah dilakukan yang diatas, silahkan baca
Selamat membaca ya J

Pagi ini kutermenung membaca sebuah novel yang berjudul Bulan tak Purnama karangan Ahmad Basri Afandi yang baru saja ane dapet waktu mau pinjem buku matematika diskrit di perpustakaan salah satu universitas negeri di kota Malang. Sebenernya ga ada maksud buat minjem novel, cuman niat buat minjem buku. Eh, ga taunya ane kepincut juga sama novel, haha
Itu emang karna gue hobi baca novel juga. ga taunya ini novel isinya bagus banget, ga rugi ane minjem, buat ente yang penasaran langsung aja dah pinjem di perpustakaan .... (nama kampus dirahasiakan). cieee, haha
Oke balik ke topik, didalam perpustakaan pusat kumulai membaca novel yang dari sampulnya udah keliatan menggoda, kubaca lembar demi lembar, sambil ditemani angin yang bersilir melalui jendela kaca Di balik kaca nampak sebuah bangunan masjid At Tarbiah yang megah dan jalanan kampus yang ramai lalu - lalang mahasiswa. Sekilas setelah membaca beberapa lembar kuberhenti dan termenung melihat beberapa kata yang membuatku berfikir flashback kejadian beberapa hari lalu.
Masih tergambar dengan jelas seorang wanita didalam anganku. Dia seperti kisah didalam novel tersebut. Yang mampu membuatku belajar, bangkit dan berubah 180 derajat kayak di novel “180 derajat”nya mas Alton (promosi lagi nih, hehe).

Baik, kali ini mulai serius. Udah cukup joke’nya…
…….
          Aku yang dulunya seorang aktivis kampus. Yang selalu menentang kebijakan-kebijakan kampus, tidak peduli akan omongan dosen, hanya mencari kesalahan birokrasi kampus. Lalu aku seorang pecinta alam yang selalu menghamburkan uang orangtua hanya untuk bersenang-senang di gunung, tebing, pantai, laut sampai lupa waktu untuk kuliah, waktu untuk bersama-sama dengan keluarga, dan waktu untuk berserah diri kepada Allah SWT. Lalu aku seorang geek student yang hanya menghabiskan waktu didepan computer untuk stalking, hacking, chatting, dan selancar internet melulu.
Tetapi, .....
Disaat aku mengenalnya melalui sebuah ketidaksengajaan yang sudah dibuat skenarionya oleh Allah. Aku merasakan perbedaan hidup yang tak pernah kubayangkan sampai saat ini. Awalnya biasa saja saat aku bertemu dengannya, karena tak ada maksud yang lebih dalam (tau kan maksudnya). Tetapi, setelah beberapa minggu aku mengenalnya, tanpa sadar aku dibuatnya berubah, berubah bagaimana menjadi orang yang peduli akan keadaan disekitar kita, peduli dengan masa depanku, peduli dengan agamaku yang selama ini hanya kujadikan pelengkap sampingan saja. Sungguh indah memang rencana yang Allah berikan, dia memberiku arah untuk terus berada di jalanNya.
          Entah kenapa ini tiba tiba terjadi padaku begitu saja, padahal aku sudah mengenal begitu banyak wanita. Sejak SMA aku sudah sering menganggap bahwa pacarku adalah jodohku, namun ternyata tidak sama sekali. Sampai aku menginjak masa kuliah aku masih trus mencari siapakah cinta sejatiku, sempat juga aku mengenal seorang mahasiswi yang menurutku dapat menuntunku, tapi ternyata tidak jua. Mungkin karena aku belum berfikir dewasa karena umurku saat itu masih belum mencapai 20 tahun. Namun sekarang disaat usiaku sudah 20 tahun aku mulai berfikir, berfikir untuk menjadi orang bijaksana, mempunyai pemikiran yang dewasa dan jadi pribadi yang dicintai banyak orang.
Sampai suatu saat aku bertemu dengan seorang wanita yang tak kusangka akan membuat hidupku berubah. Dia yang begitu manis, dia yang begitu indah hatinya, dan dia yang mempunyai jiwa kedewasaan yang luar biasa mampu membuat banyak lelaki terpesona karenanya, tetapi komitmennya yang sungguh dalam membuat dia tidak mudah memilih lelaki asal asalan. Tapi kenapa hanya dia yang membuatku berbeda, akankah ini yang namanya jodoh atau cinta sejati ?. Wallahu a’lam.
           Aku tahu mungkin bagi beberapa pembaca ini terlihat konyol atau fiktif, apalagi yang belum pernah merasakan cinta. Tetapi percayalah suatu saat cintamu akan membuatmu berfikir seperti ini jua.
          Beberapa minggu yang lalu aku menitipkan adikku padanya, saat adikku ingin berlibur di kota malang. Aku menitipkan padanya karena aku benar benar percaya padanya. Walaupun adikku anaknya susah bergaul dengan orang yang baru dikenalnya, aku tidak peduli. Karena aku tau kalau wanita itu akan membuat adikku merasa nyaman. J.
Sebelumnya, ibuku ingin aku menjaga adikku, tetapi karena kedua orangtuaku percaya padaku. Maka aku langsung memberitahu bahwa adik akan berada di seseorang yang tepat. Lalu tanpa berfikir panjang kedua orangtuaku tiba tiba setuju begitu saja, tanpa ada fikiran negatif atau sebagainya. Jadi, saat adikku sudah tinggal di kost bersamanya aku memberikan nomer telfonnya pada ibuku. Aku tak tahu apa yang akan dibicarakan ibuku nanti. Tapi, setelah ibuku menelfonnya, ibu menelfonku jua. Dia ingin sekali berterima kasih langsung kepadanya, tapi apa daya ibu jauh disana.
Akhirnya ibuku menitipkan pesan kepadaku,” Da, (ibu biasanya memanggilku) ibu mengerti, kenapa kau menitipkan adikmu kepadanya, ibu ingin kamu mengucapkan salam ibu untuk berterima kasih sebanyak-banyaknya kepada dia secara langsung. Dan ibu ingin kamu menjaga wanita itu, apapun yang terjadi jangan sampai kamu membuatnya kecewa, bersedih, ataupun menyakiti hatinya. Karena ibu juga seorang wanita yang tahu bagaimana perasaan dia ketika kau buat kecewa”.  Jantungku serasa berdetak cepat, ku tak tahu pertanda apakah ini? Lalu akupun terdiam, lupa mengucap salam dan menutup telfon ibu. Semenjak itulah ketika aku bertemu dengannya aku selalu sulit untuk berkata-kata, takut kata”ku akan menyakiti perasaannya. Masih belum siap untuk berbicara lama dengannya. Lalu esok harinya ketika aku dan adikku akan pulang, sebenarnya aku sangat ingin mengenalkan dia pada ibuku, apalagi dengan keadaannya yang sedang sendirian di kost. Tapi dia belum mau ikut, okelah tidak apa-apa, karena aku memang dari dulu tidak pernah bisa memaksa wanita. Entah kenapa ….
Suatu saat akan aku ajak dia untuk menemui kedua orangtuaku. Aku janji. J

Di temani lagu dave koz – know you by heart. Saat aku menulis tulisan ini aku masih terharu teringat kata kata ibuku. Mengingat aku masih terlalu sering mengecewakannya, mencuekinya, ngasih harapan yang ga pasti, dan masih punya banyak hutang budi ke padanya. Aku tak sanggup lagi mengungkapkan kesalahanku kepadanya. Karena sudah terlalu banyak… L
Aku tahu kesalahanku, tapi kenapa aku masih terus mengulanginya. Padahal aku sangat menyayanginya, Bukan hanya tiap kali ku memanggilnya sayang, bukan hanya tiap kuteringat padanya. Seperti disaat kemarin dia jatuh sakit, aku seperti membiarkannya begitu saja, hanya mendoakan untuk kesembuhan baginya. Padahal aku tahu dia masih harus mengerjakan banyak tugas, mengikuti UAS, dan melakukan pengabdian masyarakat. Aku terima kalau dia berbalik cuek padaku, walaupun dia selalu menutupinya dengan senyum manisnya. Tapiii, aku akan sangat bodoh apabila membiarkannya begitu saja, setelah semua yang dia lakukan padaku, pada adikku dan pada orangtuaku aku lupakan begitu saja.
Aku tahu dia butuh perhatian, rasa sayang, dan sebuah pengorbanan yang ikhlas dariku. “Aku benar benar meminta maaf kepadamu  ….. belum sempat memberikan itu semua”
Tapi, atas petunjuk Allah SWT akan kulakukan semua yang dia butuhkan untuk membuatnya bahagia. Oleh karena itu aku mempunyai harapan dan keyakinan pada Allah. Bahwa..
……….
Jika benar Hawa tercipta dari bagian Adam.
Ambil dari bagianku melalui ‘kun’ Mu.
Jadikan dia untukku.
………..

Maaf, bukan maksud untuk pandai bermain kata-kata. Tapi itu memang realita yang akan kutunjukkan padanya atas izin Allah SWT. Karena aku sudah berjanji padanya kelak untuk meminangnya dihari yang paling indah, untuk menjalankan sunnah rasulNya dengan mengucap kalimat basmallah. Aku ingin dia menjadi istriku, menjadi ibu dari anak-anakku dan memulai cita-cita baru bersama J
Aku memberikan janji kepadanya,
Karena aku mencintainya
Karena aku menyayanginya
Karena aku selalu merindukannya
Dan
Karena ku ingin dia membenarkan hidupku untuk selamanya J

Sebenernya masih banyak yang ingin aku tulis disini, tetapi akan kutulis lagi dihari hari selanjutnya. Karena masih panjang jalan cerita yang akan kita buat bersama
Terima kasih Allah SWT yang sudah memberikanku petunjuk
Terima kasih orangtuaku yang slalu mendoakanku
Terima kasih buat dia yang membuatku tertawa dan tersenyum, aku minta maaf kalau ada kata yang menyinggung perasaannya.
Terima kasih untuk pembaca setia.
Semoga menjadi manfaat bagi pembaca sekalian, terkadang pelajaran itu tidak didapat dari diri sendiri, namun dari pengalaman orang lain, sehingga pembaca sekalian dapat merenung pada diri masing – masing untuk menjadi orang dewasa dan punya masa depan yang cerah. Amin J




0 comments: